Spread the Idea !

Posts tagged ‘sejarah’

Bahasa Arab: Asal Mula Variabel X

Jika diberikan persamaan matematika sederhana seperti ini : 2x-1=5, tentukan nilai x !

Jawabannya bisa anda dapat dengan berbagai cara. Tapi cara termudah bagi sebagian kita adalah, tebak manggis… hahaha :). x=3.

Mungkin sebagian dari anda pernah berpikir, kenapa X digunakan untuk mewakili variabel yang tidak diketahui (unknown) ?. Variabel X tidak hanya digunakan dalam bidang matematika. X sudah umum digunakan untuk menyatakan sesuatu yang belum diketahui. X-Ray, The X-Files, X Factor, Malcolm X, dll. Sekali lagi, kenapa harus X ?

Sejarah awalnya akan membawa kita pada pada tahun 711M ketika kaum muslimin menundukkan Andalusia pada masa kekhalifahan Walid bin Abdul Malik melalui panglimanya Musa bin Nushair dan Tariq bin Ziyad. Kekuasaan Islam di Spanyol jatuh pada tahun 1492 seiring dengan jatuhnya Granada. Sepanjang sejarah, bangsa Eropa memiliki hubungan pasang surut dengan Islam dan kaum muslimin. Pemerintahan Islam di Andalusia, Spanyol pada abad ke-8 hingga abad ke-15, adalah pemerintahan Islam pertama yang berinteraksi dengan bangsa Eropa. Melalui peradaban Islam di Andalusia, Eropa dapat berkenalan dengan keilmuan periode Yunani dan Romawi Kuno.

 

Kemajuan ilmu pengetahuan yang dicapai oleh sarjana Muslim Arab mendorong raja Alfonso pada tahun 830 M meminta dua orang sarjana Spanyol Islam untuk menjadi guru besar putera-puteranya dan ahli warisnya. Proses seperti ini kemudian berlanjut, para cendekiawan Barat banyak yang datang belajar ke pusat-pusat ilmu pengetahuan Spanyol Islam seperti di kota Cordoba, Sevilla, Toledo, dan lain-lain.
Ketika terjemahan terhadap berbagai ilmu pengetahuan seperti ilmu filsafat, astronomi, kedokteran, geografi, matematika, dan sebagainya mendapat perhatian serius di Universitas Toledo yang didirikan pada tahun 1130 M (rujukan :http://en.wikipedia.org/wiki/Toledo_School_of_Translators), banyak orang Kristen dari berbagai penjuru Eropa datang belajar di universitas tersebut. Cendekiawan Eropa hasil cetakan Universitas Toledo inilah yang tersebar ke seluruh Eropa yang selajutnya meneruskan usaha penerjemahan berbagai ilmu pengetahuan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Latin.
Nah disinilah masalahnya. Ketika proses penterjemahan dilakukan, para penterjemah menemukan bahwa untuk menggambarkan sesuatu yang tidak diketahui dalam bidang matematika, literatur arab menggunakan kata الشء yang berarti sesuatu. Para penterjemah kemudian mendapati bahwa ada huruf ش (baca: syin) disitu yang tidak didapat padanannya dalam bahasa Spanyol. Bahasa Spanyol tidak memiliki abjad yang mewakili bunyi “sy”. 
Untuk mengatasinya, dibuatkanlah konvensi untuk meminjam bunyi “ck” dari bahasa Yunani klasik dalam bentuk huruf Chi ”  “.
Kemudian ketika hasil terjemahan ini diterjemahkan lagi ke dalam bahasa Eropa yang umum, bahasa latin misalnya, penterjemahnya hanya mengganti huruf chi Yunani dengan X Latin. Dan terjemahan inilah yang menjadi bahan dasar buku-buku teks Matematika. Jadi X menjadi yang tidak diketahui karena bahasa Spanyol tidak memiliki huruf yang berbunyi seperti syin –  ش . Lucu juga ya…. 🙂
Semoga Bermanfaat…
Salam dari Kaki Gamalama.
Referensi :

 

Iklan