Spread the Idea !

Archive for the ‘Ngoprex’ Category

Menggunakan Scangearmp di Ubuntu 11.04

Kemarin saya memutuskan untuk tidak pergi ke kampus, sebab ada banyak berita acara distribusi MPLIK yang harus saya scan, resize, dan kemudian mengirimkannya melalui email. Saat melakukan survey MPLIK pada bulan Februari-Maret 2012 kemarin, kami sengaja membeli Printer All in One (Print – Scan – Copy) Canon MP287untuk mendukung proses survey kami di Halmahera. 

Biasanya saya hanya menggunakan untuk keperluan mencetak dokumen. Dan ini tidak terlalu sulit di lakukan di Ubuntu 11.04. Dengan beberapa perintah di terminal Ubuntu, Driver untuk Canon MP287 sudah terpasang dengan baik (walaupun harus terkoneksi ke internet). Untuk fungsi memindai (scan) dokumen saya sempat dibuat bingung.

Awalnya saya pikir jika fungsi print sudah berjalan baik maka fungsi scan juga secara otomatis akan berfungsi. Saya coba menggunakan aplikasi Simple Scan, namun yang muncul pesan error No Scanners Detected. Tidak sampai disitu, saya coba memasang aplikasi Xsane untuk scan. Hasilnya sama saja. Gagal.

Saatnya ke Googling. Saya menemukan bahwa Canon menyediakan file scangearmp-mp280series-1.60-1-deb.tar.gz di web mereka untuk dukungan scan. Setelah diunduh, filenya berukuran 1.3MB, saya kemudian mengextractnya. Di direktori hasil ekstrak, terdapat dua direktori – packages & resources – dan satu buah file install.sh

Tanpa menunggu lama, saya buat file install.sh supaya executable.

$chmod +x install.sh

$./install.sh

dan yang muncul, An error occurred. The package management system cannot be identified.

Tidak apa-apa. Saya coba cara lain, siapa tahu berhasil.

$cd packages

$sudo dpkg -i scangearmp-common_1.60-1_i386.deb scangearmp-mp280series_1.60-1_i386.deb

Setelah instalasi selesai, tidak ada satupun aplikasi baru muncul di menu Ubuntu. Coba jalankan via terminal

$scangearmp

tadaaaaa…. berhasil 🙂 . Aplikasi ScanGear kemudian tampil dengan menu-menu yang mudah dipahami. Coba scan, dan sukses… 🙂

ScanGear

Semoga bermanfaat…

Dari Sasa ke Dufa-Dufa.. :)

Setelah menunggu hampir dua jam di ruang R.324, tak seorang pun mahasiswa yang menampakan batang hidungnya. Mungkin karena kelas pegawai, jadi tampaknya mereka punya alasan untuk tidak hadir di perkuliahan perdana dengan saya. Alasan terbaik mungkin, Senin sampai Jumat dah cape buat kerja. Masa sabtu pagi harus rajin-rajin amat datang kuliah 🙂 . Semoga tidak seperti ini pikiran mereka.

Dan karena tak ada yang datang, saya akhirnya memutuskan turun ke ruangan untuk dosen. Ruangan untuk dosen pun masih tutup. Mmm.. ah coba maen ke lab komputer. Siapa tau ada kenalan disana. Setidaknya ada tempat buat nongkrong. Dan lagi, tak ada pintu yang terbuka. Hanya sekumpulan mahasiswa teknik sipil yang sedang mengukur luas tanah yang ada di depan lab. Mo dijual-jualin mungkin.. hahaha 😀 . 

Dan keputusannya.. saya pun bergerak menjauh dari selatan kota menuju jauh ke utara kota. Dufa-dufa. Disini saya harus menyelesaikan pekerjaan yang belum rampung 100%. Implementasi e-learning berbasis moodle. Sebenarnya pekerjaannya tinggal memenuhi syarat-syarat ke PANDI (pengurus TLD ID di indonesia), supaya domain sekolah bisa segera diaktifkan. 

Tulisan ini dibuat sambil nunggu pengelola domain pulang ke rumahnya mengambil KTP yang tertinggal. yah.. sekali lagi menunggu.. 🙂

New Passion… Dosen..

Senin kemarin (26 September 2011) menjadi hari yang dimulai dengan sedikit berbeda. Kenapa? sebab hari ini saya memulai aktifitas baru sebagai seorang dosen di program studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate. Sebenarnya untuk aktifitas di UMMU telah saya mulai seminggu sebelumnya. Mulai dari mengikuti proses akreditasi program studi serta menguji beberapa ujian kerja praktek (KP) mahasiswa.

Perkenalan saya dengan UMMU Ternate terjadi sekitar empat tahun lalu (2007), ketika saya menjadi pembimbing lapangan beberapa mahasiswa TI UMMU yang melakukan praktik ditempat saya bekerja. Dan mulai saat itu saya semakin banyak mengenal mahasiswa UMMU. Pada 3 Maret 2008, saya dan beberapa mahasiswa UMMU mengadakan workshop sederhana di kampus UMMU sasa. Kalo tidak salah, temanya waktu itu basic wireless 2.4GHz serta konsep VOIP. Peserta juga sempat membuat antena wajan bolic 🙂 . Saya juga sempat mendemokan handphone saya Nokia N83 (jangan percaya soal ini, soale itu hp pinjaman 😀 ) yang bisa menelepon ke salah satu IP phone tanpa menggunakan SIM Card. Seru juga.

Kembali ke awal mengajar. Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah saya berasal dari semeseter V. Agak menyedihkan diawal kuliah, mahasiswa yang mengikuti perkuliahan hanya 5 orang. sekali lagi 5. Padahal di daftar absen yang saya pegang, harusnya ada sekitar 64 orang. But ok, ditambah 3 orang mahasiswa dari semester IX yang kembali mengikuti mata kuliah ini, maka genaplah kami jadi 8 orang. 

Sebelum ke kampus, saya sempatkan untuk membaca kembali buku Thomas L. Friedman, The World is Flat. Saya tertarik menyampaikan ke mereka bahwa, salah satu faktor pendatar dunia adalah Computer Networking. Lebih spesifik lagi, pembentangan fiber optic diawal era dot com. Tapi saya agak kesulitan menyampaikannya menjadi menarik 🙂 hahaha. Sangat penting untuk memiliki passion tinggi dibidang ini.

Tulisan ini saya buat selepas subuh. Jam 10 pagi nanti saya akan ketemu dengan kelas lain lagi untuk mata kuliah yang sama. Komunikasi Data & Jaringan Komputer. Semoga mahasiswanya lebih banyak. Dan semoga kuliahnya menginspirasi.

Sampai ketemu di kelas ya…. Sukses buat Anda.

Membongkar Password Mikrotik

Beberapa bulan yang lalu, saya sempat membuat satu artikel yang saya bagi di forummikrotik.com. Artikel dengan judul “Membongkar Password Mikrotik dengan Linux” memberikan langkah-langkah yang sederhana (sebab disertai dengan gambar 🙂 ) bagaimana mendapatkan password mikrotik menggunakan LiveCD/LiveUSB Linux dan kemudian memecahkannya dengan salah satu tool di Linux. Artikel ini hanya bisa digunakan untuk router mikrotik yang berbasis PC. Sedangkan yang berbasis board, seperti RB450G, menggunakan teknik yang sedikit berbeda dan lumayan sulit 🙂 . Iseng-iseng, kemarin saya mencoba mengetikan ‘Membongkar Password Mikrotik’ di kotak pencarian Google, dan hasilnya sudah cukup banyak kawan yang merujuk artikel tersebut di blog mereka. 

Anda bisa menemukan artikel tersebut di : bit.ly/mVl8dX

Semoga bermanfaat…

Mogrify, mantap gan

Dengan setingan Large (JPG bukan RAW) di kamera D40 saya, ukuran foto rata-rata yang saya hasilkan berkisar antara 2-3MB. Tidak masalah jika hanya akan disimpan dan dipelototin di notebook. Tapi bagaimana jika akan diupload di Flickr atau Facebook misalnya? untuk dua atau tiga foto saja akan menghabiskan banyak waktu. Biasalah bandwidth upload tidak terlalu gede 🙂 . Dikecilin satu-satu fotonya? yang benar saja. Fotonya banyak banget. So, apa yang terminal Linux bisa lakukan ? :). Gunakan Mogrify !

Untuk menggunakan Mogrify, pastikan Anda telah menginstal paket imagemagick terlebih dahulu. Kalo belum, langsung saja eksekusi di console.

$sudo apt-get install imagemagick

kalo sudah, tinggal Anda siapkan foto-foto yang akan diresize dalam satu folder. Misal nama foldernya FOTO diletakkan di direktori Desktop.

$cd Desktop

lakukan command diatas setelah yakin Anda berada di folder home.

$cd FOTO

$mogrify -resize 640 *.JPG

perintah diatas akan merubah semua foto yang ada dalam direktori FOTO menjadi 640X(aspect ratio). Dan untuk “*.JPG”, bersifat case sensitive. jadi pastikan terlebih dahulu nama file Anda. Untuk fungsi-fungsi mogrify yang lain, silahkan Anda eksplore atau $man mogrify 🙂

 

 

Ngajarin instalasi DD-WRT

Kemarin saya menjanjikan ke beberapa siswa SMK Pembangunan yang melakukan praktek industri di tempat kami, untuk akan saya tunjukkan bagaimana caranya mengganti firmware Access Point Linksys yang kami pake (WRT54GL) dengan Linux 🙂 . Tadi pagi belajar bersama kami mulai. Dengan menggunakan infokus yang diarahkan kedinding kantor, tahapan-tahapan instalasi dapat disimak dengan baik. Tanpa waktu lama, WRT54GL telah berubah menggunakan DD-WRT. 

Kami mencoba untuk menggunakannya sebagai client (sebelumnya tidak bisa). Dan hasilnya berfungsi dengan baik. Kami juga mencoba melakukan remote ke AP dengan akses SSH, dan dapat berjalan dengan baik. Berharap ini dapat menambah wawasan siswa-siswi soal teknologi wireless.

Bukan resolusi 2011

Kadang muncul perasaan iri kepada orang-orang yang sangat rajin mengisi blognya. Jadi pertanyaan ke diri sendiri, dengan internet unlimited (dan free 🙂 ) selama 24hours dirumah, apa yang membuat saya sangat rendah produktifitasnya dalam menghasilkan tulisan?. Tulisan ini saya hasilkan dari plugin Firefox ScribFire. Semoga ScribFire bisa membantu saya menghasilkan lebih banyak tulisan (bukan resolusi 2011 ya 🙂 ). Selamat Tahun baru 2011. Sukses selalu buat semua.